Peristiwa penembakan brutal itu terjadi hari Kamis (10/7). Haskell mendatangi rumah kerabat mantan istrinya dan masuk ke dalam rumah dengan cara menyamar sebagai sopir jasa pengiriman FedEx.
"Tuan Haskell menikah dengan seorang kerabat dari para korban," kata polisi kepada Reuters seperti dilansir detikcom Jumat (11/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia datang ke rumah korban, mengumpulkan anak-anak yang ada di sini dan menunggu kedatangan orangtuanya. Beberapa waktu kemudian semua korban ditembak di kediaman mereka," terang polisi.
Hasil identifikasi polisi, pasangan suami istri yang ditembak mati itu diketahui bernama Stephen Stay dan Katie Stay. Empat anak mereka yang juga tewas, 2 laki-laki usia 4 dan 14 tahun dan 2 perempuan usia 7 dan 9 tahun.
Selain 6 korban tewas itu, ada seorang anak perempuan juga yang ikut ditembak Haskell di lokasi. Anak itu kini dalam kondisi kritis dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Polisi berhasil menangkap Haskell dalam perjalanannya melarikan diri dengan mobil daerah perumahan sekitar 25 sebelah utara Houston. Proses penangkapannya berlangsung alot karena ia membawa pistol dan mengadakan perlawanan.
Setelah 4 jam mengepung, polisi akhirnya berhasil menangkap Haskell. Ia terancam dihukum mati karena didakwa pasal pembunuhan berencana.
(bar/jor)











































