Krisis keamanan di wilayah Ukraina timur belum juga mereda. Bentrokan kembali terjadi antara pemberontak pro-Rusia dengan militer Ukraina. Dilaporkan sedikitnya 3 tentara Ukraina tewas dan 27 orang lainnya mengalami luka-luka.
Akhir-akhir ini, tentara pemerintah Ukraina berhasil unggul dalam pertempuran dengan separatis pro-Rusia di Ukraina timur. Namun meskipun tentara pemerintah mampu memukul mundur separatis dari wilayah Slaviansk akhir pekan lalu, separatis yang bersenjata lengkap tetap menguasai Donetsk, kota dengan penduduk 900 ribu jiwa.
Mereka juga masih aktif melancarkan serangan di Luhansk, dekat perbatasan Rusia. Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (10/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kendaraan tersebut diserang. Dalam pertempuran tersebut, satu personel militer tewas dan tiga personel lainnya terluka," demikian pernyataan militer Ukraina.
Secara terpisah, dua tentara Ukraina tewas dalam insiden lainnya di dekat Chervona Zorya, dekat Donetsk. Kendaraan berlapis baja yang ditumpangi dua tentara tersebut, meledak akibat ranjau.
Terpacu dengan kesuksesan memukul mundur pemberontak di Slaviansk, Presiden Ukraina Petro Poroshenko terus menekan separatis pro-Rusia dengan menggencarkan operasi militer di wilayah-wilayah yang dikuasai mereka. Namun Presiden Poroshenko mengesampingkan opsi serangan udara dan penggunaan artileri dalam operasinya, mengingat banyaknya populasi warga sipil di wilayah Donetsk.
Pemerintah Ukraina meyakini separatis di wilayah timur mendapat bantuan Rusia, meskipun mereka mengklaim merekrut anggota baru dari warga setempat.
Tujuan operasi militer Ukraina ini, menurut Presiden Poroshenko, untuk 'membebaskan' Donetsk dan Luhansk yang dalam beberapa bulan terakhir dikuasai separatis. Dilaporkan, separatis pro-Rusia menduduki sejumlah gedung penting di kedua kota tersebut.
(nvc/ita)











































