Serangan udara militer Suriah mengenai persembunyian kelompok pemberontak di Raqa. Dilaporkan 20 anggota militan Sunni Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), yang juga tengah beraksi di Irak, tewas dalam serangan ini.
Militan ISIL atau yang biasa disebut dengan militan IS, singkatan dari Islamic State, tengah terlibat pertempuran sengit dengan militer dan otoritas Irak. Militan ini berhasil menguasai sejumlah kota penting di Irak. Namun di Suriah, militan ini juga gencar melakukan perlawanan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad.
"Sedikitnya 20 anggota IS tewas dan beberapa anggota lainnya luka-luka dalam seangan udara... yang menargetkan kamp pelatihan IS di Raqa," terang organisasi HAM setempat, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir AFP, Kamis (10/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 29 Juni lalu, militan IS mendeklarasikan pendirian kekhalifahan, atau dengan kata lain, menyatukan wilayah yang mereka kuasai di Irak dan Suriah ke dalam satu kekhalifahan. Militan ini memiliki pengaruh kuat di Raqa, serta menguasai sejumlah wilayah di Suriah bagian timur dan sejumlah wilayah di Irak.
Awalnya, kelompok pemberontak Suriah menyambut baik militan IS dan menganggapnya sebagai sekutu. Namun serangkaian penganiayaan yang mereka lakukan dan ambisi besar untuk meraih kekuasaan, membuat IS dimusuhi oleh pemberontak Suriah. Sejak Januari 2014 lalu, pemberontak Suriah bertempur melawan IS.
Sedangkan rezim Presiden Assad sendiri juga dilaporkan meningkatkan serangannya terhadap militan IS di wilayahnya, semenjak militan Sunni tersebut melancarkan serangan di negara tetangga mereka, Irak, sejak sebulan lalu.
Laporan soal serangan udara Suriah ini muncul setelah ada laporan bahwa 14 orang tewas dibunuh pemberontak Suriah di desa Khatab, provinsi Hama. Di antara para korban termasuk beberapa wanita dan anak-anak. Sejak konflik Suriah pecah pada Maret 2011 lalu, tercatat lebih dari 162 ribu orang tewas.
(nvc/ita)











































