Israel Bombardir 750 Target di Gaza dalam 3 Hari

Israel Bombardir 750 Target di Gaza dalam 3 Hari

- detikNews
Kamis, 10 Jul 2014 14:30 WIB
Israel Bombardir 750 Target di Gaza dalam 3 Hari
serangan Israel di Gaza (Reuters)
Gaza, -

Angkatan Udara Israel terus menggempur wilayah Gaza. Lebih dari 300 target Hamas di Jalur Gaza telah dibombardir pesawat-pesawat tempur Israel sepanjang Rabu, 9 Juli waktu setempat. Militer Israel mengklaim serangan udara bertubi-tubi ini sebagai respons atas serangan-serangan roket yang dilancarkan dari Gaza ke wilayah Israel.

"Kami mengarahkan ke 322 target di Gaza semalam, sehingga jumlah total target Hamas yang diserang militer telah menjadi 750 target sejak dimulainya Operation Protective Edge pada Selasa (8/7)," ujar juru bicara militer Israel, Letkol Peter Lerner kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (10/7/2014).

Dijelaskan Lerner, di antara target-target gempuran Israel tersebut adalah tempat-tempat peluncuran roket milik sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, serta terowongan-terowongan yang digunakan oleh Hamas dan juga pos-pos komando Hamas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diingatkan Lerner, hingga saat ini pemerintah Israel juga masih terus mempertimbangkan untuk melancarkan serangan darat ke wilayah Gaza.

Secara total, korban tewas akibat gempuran Israel dalam Operation Protective Edge, yang sebagian besar warga sipil termasuk wanita dan anak-anak. Sedangkan sebanyak 370 orang lain mengalami luka-luka dalam operasi yang dimulai sejak 8 Juli lalu. Ini merupakan situasi terparah di Jalur Gaza sejak tahun 2012 lalu.

Sebelumnya, Sekjen PBB Ban Ki-moon menyebut, krisis keamanan di Gaza ini menjadi tantangan paling serius bagi negara-negara kawasan Timur Tengah.

"Saya khawatir oleh besarnya gelombang baru kekerasan yang menyelimuti Gaza, wilayah Israel bagian selatan dan Tepi Barat -- termasuk Yerusalem Timur. Ini merupakan salah satu ujian paling kritis bagi kawasan tersebut, dalam beberapa tahun terakhir," ujar Ban.

"Gaza kini ada di ujung pisau. Situasi yang semakin memburuk, memicu depresi yang bisa dengan cepat membuat situasi semakin di luar kendali," imbuh pemimpin badan dunia itu.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads