Serangan udara Israel ke wilayah Gaza telah memasuki hari ketiga. Sedikitnya 20 orang tewas hari ini, termasuk 4 wanita dan 4 anak-anak dalam operasi militer Israel terhadap Hamas yang menguasai wilayah Gaza.
Secara total, korban tewas akibat gempuran Israel dalam Operation Protective Edge yang diluncurkan sejak Selasa (8/7) mencapai 70 orang, yang sebagian besar warga sipil. Operasi militer Israel tersebut diklaim bertujuan untuk menghentikan serangan roket Hamas dari Gaza. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (10/7/2014).
Militer Israel melancarkan serangan udara sepanjang Rabu (9/7) malam terhadap lebih dari 300 target di Gaza, yang diyakini berkaitan dengan Hamas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan kedua pada Kamis (10/7) mengenai sebuah rumah yang ada di kawasan kamp pengungsi Nusseirat, Gaza bagian pusat. Menurut Qudra, serangan kedua ini menewaskan 1 orang dan melukai beberapa orang lainnya.
Masih belum berakhir, Israel kembali melancarkan serangan udara yang mengenai dua rumah di wilayah Khan Yunis dan menewaskan 4 wanita serta 4 anak-anak. Lewat subuh, sebuah mobil yang ada di wilayah Gaza City bagian barat terkena serangan udara Israel. Tiga orang tewas dan 4 orang lainnya luka-luka akibat serangan ini.
Sehari sebelumnya, atau sepanjang Rabu (9/7), sebanyak 29 warga Palestina tewas akibat gempuran Israel di Gaza. Sedangkan pada Selasa (8/7), korban tewas di Gaza mencapai angka 21 orang. Dengan demikian jika ditotal, jumlah korban tewas akibat gempuran Israel mencapai 70 orang.
Di antara korban tewas tersebut, terdapat sedikitnya 11 wanita dan 18 anak-anak. Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa dari pihak Israel terkait serangan-serangan roket oleh Hamas ke wilayah Israel.
(nvc/ita)










































