Turki Serukan Israel Hentikan Operasi Militer Atas Gaza

Turki Serukan Israel Hentikan Operasi Militer Atas Gaza

- detikNews
Kamis, 10 Jul 2014 11:59 WIB
Turki Serukan Israel Hentikan Operasi Militer Atas Gaza
kota Rafah usai serangan Israel (Reuters)
Ankara, - Semua mata tertuju ke Gaza. Pemerintah Turki menyerukan Israel untuk menghentikan operasi militernya atas wilayah Gaza. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun diminta untuk mengambil tindakan atas konflik ini.

"Operasi militer yang dilancarkan Israel terhadap Gaza akan berakibat pada bertambahnya penderitaan rakyat Gaza yang tertekan, yang telah berjuang untuk meneruskan hidup mereka di bawah keadaan sulit selama bertahun-tahun," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki seperti dilansir AFP, Kamis (10/7/2014).

Pemerintah Turki pun mengajak komunitas internasional, khususnya PBB untuk mengambil inisiatif dan menyerukan dihentikannya serangan-serangan Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengambil pelajaran dari masa lalu dan bertindak dengan akal sehat bagi semua pihak dalam lingkungan sensitif yang terbentuk oleh ketegangan-ketegangan terakhir, merupakan hal krusial dalam mencegah meruncingnya kekerasan," demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Turki.

Operasi militer Israel sejauh ini telah menewaskan 43 orang, dengan sebanyak 22 orang di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Sedangkan sebanyak 370 orang lain mengalami luka-luka dalam operasi yang diberi nama "Operation Protective Edge" yang dimulai sejak 8 Juli lalu. Ini merupakan situasi terparah di Jalur Gaza sejak tahun 2012 lalu.

Sebelumnya, Sekjen PBB Ban Ki-moon menyebut, krisis keamanan di Gaza ini menjadi tantangan paling serius bagi negara-negara kawasan Timur Tengah.

Dikatakan Ban, dirinya telah menghabiskan waktu selama berhari-hari untuk berbicara dengan sejumlah pemimpin dunia mengenai persoalan in. Termasuk di antaranya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, serta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.

"Saya khawatir oleh besarnya gelombang baru kekerasan yang menyelimuti Gaza, wilayah Israel bagian selatan dan Tepi Barat -- termasuk Yerusalem Timur. Ini merupakan salah satu ujian paling kritis bagi kawasan tersebut, dalam beberapa tahun terakhir," ujar Ban.

"Gaza kini ada di ujung pisau. Situasi yang semakin memburuk, memicu depresi yang bisa dengan cepat membuat situasi semakin di luar kendali," imbuh pemimpin badan dunia itu.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads