Tokoh spiritual Afrika Selatan Desmond Tutu ikut mengomentari situasi memanas di Gaza yang tengah digempur Israel. Tutu menyebut pemimpin Israel dan Palestina berperilaku layaknya anak kecil, karena saling menyalahkan satu sama lain atas krisis keamanan ini.
"Sekali lagi, rakyat Israel dan Palestina terlibat dalam pertempuran mematikan, yang tidak akan pernah ada pemenangnya, hanya pecundang," ujar Desmond Tutu yang juga penerima Nobel Perdamaian, dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Kamis (10/7/2014).
"Seperti anak-anak yang terlibat pertengkaran di arena bermain, pemimpin politik maupun pemimpin religius sama-sama jatuh, bukannya menyerukan perdamaian, malah menyatakan: Itu bukan kami, mereka yang memulainya," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dunia menanti agar Israel dan Palestina tidak hanya mempedulikan pihaknya masing-masing; bertindak sekarang, sebelum ada lebih banyak anak yang menjadi korban," cetus Tutu yang juga tokoh perdamaian dunia.
Emeritus uskup agung Tutu (82) hingga kini masih dianggap sebagai 'mercusuar' moral di Afsel dan telah terlibat dalam banyak upaya perdamaian di sejumlah wilayah di dunia. Tutu telah sejak lama berbicara mengenai konflik Israel-Palestina yang memang tak pernah berakhir.
Operasi militer Israel ke wilayah Gaza yang telah berlangsung selama 2 hari, telah menewaskan 43 orang, dengan sebanyak 22 orang di antaranya merupakan perempuan dan anak-anak. Sedangkan sebanyak 370 orang lain mengalami luka-luka dalam operasi tersebut.
(nvc/ita)










































