"Empat warga Palestina tewas dalam serangan-serangan udara, termasuk dua kakak-beradik yang berumur 12 tahun dan 13 tahun di Shejaiya, sementara seorang anak laki-laki berusia empat tahun dan seorang wanita tewas dalam serangan di Zeitun," ujar juru bicara dinas emergensi Palestina Ashraf al-Qudra seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (9/7/2014).
Kedua wilayah tersebut berlokasi di sebelah timur Gaza City, dekat dengan perbatasan Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, militer Israel menyatakan, 32 warga Palestina tewas dalam operasi militer yang mulai digencarkan pada Selasa, 8 Juli dini hari waktu setempat. Lebih dari 230 warga Palestina lainnya terluka akibat serangan Israel tersebut.
Di antara para korban jiwa termasuk kaum wanita dan anak-anak. Ini termasuk keluarga komandan militan Jihad Islam yang tewas setelah rumahnya di Beit Hanun, Gaza utara dibombardir pesawat tempur Israel pada Rabu (9/7) dini hari waktu setempat. Sang komandan dan lima anggota keluarganya tewas dalam serangan Israel tersebut.
"Ini murni penghancuran oleh pesawat F-16 terhadap anak-anak dan warga sipil, dan seluruh dunia hanya diam menyaksikan," cetus tetangga komandan tersebut, Yasser Abu Awda yang rumahnya juga hancur dalam serangan Israel itu seperti dilansir AFP.
"Tak ada yang mengatakan apapun, bahkan tidak juga Arab dan muslim. Kami sedang terkepung dan tak ada yang peduli," cetus pria tersebut.
(ita/ita)











































