"Serangan barbar dan pembantaian warga sipil tak bersalah yang telah dimulai sebagai dalih atas penculikan tiga warga Israel dan terus berlangsung lebih dari dua pekan ini, menunjukkan ketidakmampuan rezim Israel terhadap perlawanan Palestina," demikian disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Marziyeh Afkham seperti dilansir AFP, Rabu (9/7/2014).
Ketegangan antara Palestina dan Israel meningkat setelah penculikan dan pembunuhan seorang remaja Palestina di wilayah Yerusalem timur pekan lalu. Mohammed Abu Khdeir yang berumur 16 tahun itu, dibakar hidup-hidup oleh beberapa ekstremis Yahudi. Aksi keji ini disebut-sebut sebagai pembalasan atas penculikan dan pembunuhan tiga remaja Israel di Tepi Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini merupakan bagian dari operasi militer yang diberi nama Operation Protective Edge yang bertujuan untuk menghentikan serangan-serangan roket dari Gaza. Sejauh ini, 32 warga Palestina tewas dalam operasi militer tersebut, sementara lebih dari 230 warga Palestina lainnya luka-luka.
Sementara kelompok Hamas dilaporkan telah melancarkan sekitar 117 serangan roket ke Israel, yang sebagian mencapai wilayah Yerusalem, Tel Aviv dan Hadera.
(ita/ita)











































