Ukraina menuding Rusia bertanggung jawab atas penculikan seorang tentara wanita dari militer Ukraina. Otoritas Ukraina mendesak agar tentara wanita tersebut dibebaskan dan dipulangkan ke rumahnya.
Dilaporkan media setempat, seperti dilansir Reuters, Rabu (9/7/2014), tentara tersebut ditangkap dan diculik oleh pejuang separatis yang ada di wilayah Ukraina timur.
Tentara bernama Nadezhda Savchenko (33) tersebut diamankan oleh pemberontak pro-Rusia pada Juni lalu. Saat itu, Savchenko bersama milisi propemerintah Ukraina sedang bertempur melawan pemberontak pro-Rusia di pinggiran Luhansk, dekat perbatasan Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Telah dikonfirmasi bahwa teroris merencanakan dan melakukan kejahatan mereka di Ukraina, dengan berhubungan erat dengan agen intelijen dari Federasi Rusia," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Ukraina.
"Dengan secara terbuka menculik warga Ukraina di wilayah mereka, otoritas Rusia tidak hanya melanggar semua norma internasional tapi juga melampaui norma kesopanan dan moralitas," demikian disampaikan.
Belum ada komentar resmi dari otoritas Rusia terkait tudingan Ukraina ini. Menurut laporan media Ukraina, Savchenko merupakan pilot helikopter yang bertempur bersama milisi pro-pemerintah yang disebut Aidar Battalion.
"Kami mengharapkan agar pihak Rusia mengambil tindakan untuk membebaskan Nadezhda Savchenko tanpa syarat dan memulangkannya dengan segera ke negara asalnya," desak Kementerian Luar Negeri Ukraina dalam pernyataannya.
(nvc/ita)











































