"Semalam, IDF (militer) telah menggempur sekitar 160 target di Jalur Gaza. Dalam dua hari terakhir, kami menyerang total sekitar 430 target," tutur pejabat militer Israel, Jenderal Moti Almoz pada radio militer Israel seperti dilansir AFP, Rabu (9/7/2014).
Hal ini disampaikan Almoz seiring berlangsungnya operasi Israel yang diberi nama "Operation Protective Edge" dan telah menginjak hari kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan Israel ini tercatat sebagai serangan paling parah di Gaza sejak November 2012 lalu. Sebanyak 24 orang tewas di Gaza, termasuk dua wanita dan lima anak-anak. Militer Israel juga menembak mati empat militan Hamas yang menyamar dan melancarkan serangan di markas militer Israel, tidak jauh dari perbatasan Gaza.
Korban tewas pertama pada Rabu (9/7) dini hari merupakan enam orang yang berasal dari satu keluarga. Juru bicara departemen urusan darurat Palestina, Ashraf al-Qudra menuturkan, serangan udara Israel mengenai kediaman keluarga tersebut di wilayah Beit Hanoun, Gaza bagian utara.
Belakangan diketahui bahwa rumah tersebut dihuni oleh komandan Al-Quds Brigades, yang merupakan kelompok sayap militan setempat, Jihad Islam Palestina. Sang komandan tewas dalam serangan tersebut bersama dengan kedua orang tua, seorang wanita dan dua anak-anak yang ada di dalam rumah.
Serangan Israel lainnya pada Rabu (9/7) pagi menewaskan seorang pria muda di kota Rafah. Serangan udara ini dilancarkan Israel setelah kelompok Hamas menembakkan roket-roket ke wilayah-wilayah negeri Yahudi itu.
(ita/ita)











































