Dalam serangan itu, para pelaku melepaskan tembakan sebelum kabur dari lokasi usai melemparkan granat.
"Para korban dilarikan ke rumah sakit distrik Wajir... salah seorang yang terluka meninggal akibat luka-luka tembakannya," tutur kepala kepolisian Wajir, David Kuria seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (8/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok militan Al-Shabaab telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan sebelumnya. Disebutkan Al-Shabaab, serangan-serangan itu sebagai pembalasan atas keberadaan militer Kenya di Somalia sebagai bagian dari pasukan Uni Afrika yang mendukung pemerintah Somalia.
Dalam serangan terpisah pada Senin, 7 Juli malam waktu setempat, kelompok bersenjata di distrik Lamu, Kenya membakar kantor organisasi konservasi.
"Mereka membakar kamp dan juga beberapa kendaraan, kemudian ada pula penembakan antara para penyerang dan polisi di tempat tersebut," ujar pejabat pemerintah setempat, Shahasi Abdalla. "Tak ada yang tewas ataupun terluka dalam serangan itu," kata Abdalla.
Insiden itu terjadi menyusul pembantaian di wilayah yang sama, yang merenggut setidaknya 87 nyawa.
(ita/ita)











































