Seorang wanita asal Afrika Selatan di London, Inggris mengakui membunuh tiga anaknya. Wanita ini menghabisi nyawa ketiga anaknya yang merupakan penyandang disabilitas, ketika sang suami sedang pulang kampung ke Afrika Selatan.
Tania Clarence (42) mengaku bersalah dalam persidangan Old Bailey, London. Namun hanya untuk dakwaan menghilangkan nyawa orang lain karena mengabaikan tanggung jawab terhadap anak-anaknya, yakni dua anak laki-lakinya yang kembar, Ben dan Max yang sama-sama berusia 3 tahun serta putrinya yang berusia 4 tahun, Olivia.
Sedangkan untuk dakwaan pembunuhan dengan hukuman lebih berat, Clarence menyangkalnya. Dia pun dijadwalkan akan mengikuti persidangan kasusnya pada Februari 2015 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suami Clarence, Gary hadir dalam persidangan untuk menyimak pembacaan dakwaan istrinya. Saat ketiga anaknya ditemukan tewas, Gary sedang berada di Afsel, kampung halamannya, bersama dengan putri sulungnya.
Clarence sendiri ditangkap kepolisian Inggris setelah tiga jasad anaknya ditemukan di rumahnya di kawasan New Maden, London pada 22 April lalu. Tidak disebutkan lebih lanjut motif tindakan keji Clarence ini.
Ketiga anak tersebut sama-sama menderita kondisi spinal muscular atrophy tipe 2, yakni kondisi genetik yang membuat anak-anak kesulitan bergerak dan bisa secara drastis mempersingkat harapan hidup mereka.
(nvc/ita)











































