Situasi di Gaza dan sekitarnya kian memanas. Puluhan roket telah ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel selatan, yang memicu respons serangan udara yang dilancarkan Israel atas wilayah Gaza. Sayap militer gerakan Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan roket tersebut.
"Al-Qassam menembakkan puluhan roket ke Netivot dan Ashkelon, Ashdod dan Ofakim sebagai respons atas agresi Zionis," demikian pernyataan kelompok tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (8/7/2014).
"Roket-roket Qassam adalah reaksi alami atas kejahatan Israel terhadap rakyat kami," cetus juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah serangan-serangan roket tersebut, pesawat-pesawat tempur Israel membombardir lebih dari 30 target di kota Rafah, Gaza selatan yang dekat dengan perbatasan Israel. Menurut stasiun televisi Israel, Channel 1, serangan udara ini dilancarkan setelah kabinet keamanan memberikan lampu hijau bagi militer untuk meningkatkan respons terhadap Hamas.
"Dengan rentetan roket ini, Hamas telah melampaui garis merah, dan pastinya dia akan membayarnya," kata pejabat senior Israel kepada media Israel.
Serangan roket Hamas tersebut dilancarkan beberapa jam setelah Israel membombardir sejumlah target di Gaza. Malam sebelumnya, pesawat-pesawat perang Israel juga menggempur 14 target yang menewaskan setidaknya tiga militan: satu dari Hamas dan dua dari kelompok Popular Resistance Committees (PRC).
"Musuh Zionis telah membuka pintu neraka atas dirinya sendiri," cetus PRC.
Lima militan Hamas lainnya tewas dan seorang lagi dalam kondisi kritis setelah sebuah terowongan ambruk di dekat kota Rafah akibat serangan udara Israel.
(ita/ita)










































