Netanyahu Telepon Ayah Remaja Palestina yang Dibunuh Ekstremis Yahudi

Netanyahu Telepon Ayah Remaja Palestina yang Dibunuh Ekstremis Yahudi

- detikNews
Senin, 07 Jul 2014 15:14 WIB
Netanyahu Telepon Ayah Remaja Palestina yang Dibunuh Ekstremis Yahudi
Benjamin Netanyahu (AFP)
Yerusalem, -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menelepon ayah dari remaja Palestina yang diculik dan dibunuh pekan lalu. Pembunuhan itu dilakukan para ekstremis Yahudi sebagai pembalasan atas penculikan dan pembunuhan tiga remaja Israel.

Pembunuhan brutal Mohammed Abu Khder telah memicu bentrokan antara para demonstran dan polisi Israel di wilayah Yerusalem timur. Aksi-aksi demo itu juga telah meluas ke kota-kota Arab di Israel.

Dalam statemen kantor Netanyahu disebutkan, pemimpin negeri Yahudi itu telah berbicara via telepon dengan ayah remaja Palestina itu, Hussein Abu Khder. Netanyahu pun menyampaikan belasungkawa dan kemarahannya atas pembunuhan remaja berumur 16 tahun itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin menyampaikan kemarahan saya dan kemarahan warga negara Israel atas pembunuhan tercela putra Anda," tutur Netanyahu kepada ayah korban seperti dilansir AFP, Senin (7/7/2014).

Otoritas Israel telah menangkap enam ekstremis Yahudi atas dugaan keterlibatan dalam pembunuhan remaja Palestina yang tinggal di Yerusalem timur itu.

"Kami bertindak dengan cepat untuk menangkap para pembunuh. Kami akan membawa mereka ke pengadilan dan mereka akan ditangani secara hukum sepenuhnya," imbuhnya.

"Kami mengecam semua tindakan brutal. Pembunuhan putra Anda adalah mengerikan dan tak bisa diterima oleh umat manusia," tandas Netanyahu.

Jasad remaja Palestina itu ditemukan di kawasan hutan di Yerusalem barat pada Rabu, 2 Juli waktu setempat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban telah dibakar hidup-hidup.

Honenu, organisasi hukum yang membela para ekstremis sayap kanan Yahudi, telah mengkonfirmasi bahwa para pengacaranya membela enam tersangka yang ditangkap atas pembunuhan remaja Palestina itu. Tiga di antara keenam tersangka itu adalah anak-anak.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads