Ini merupakan keberhasilan terbesar pasukan Ukraina sejauh ini dalam perang melawan para separatis, yang telah berlangsung hampir tiga bulan.
"Pagi tadi, intelijen melaporkan bahwa Girkin (Igor Strelkov) dan sebagian besar para pemberontak telah meninggalkan Slavyansk," ujar Menteri Dalam Negeri Ukraina Arsen Avakov seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (5/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Ukraina menuding Strelkov sebagai seorang kolonel di unit intelijen militer Rusia yang dikenal sebagai Chief Intelligence Directorate (GRU). Namun Strelkov dan pemerintah Moskow telah membantah keterkaitan dengan GRU.
Sebelumnya pada Jumat, 4 Juli kemarin, Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan setuju untuk segera mengadakan pembicaraan dengan para komandan pemberontak dan pemerintah Rusia guna mengakhiri pertumpahan darah.
Beberapa hari lalu, Poroshenko telah memutuskan untuk menghentikan gencatan senjata selama 10 hari dengan para pemberontak. Keputusannya ini diikuti dengan operasi militer secara besar-besaran terhadap para pemberontak.
Atas situasi tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin pun melontarkan ancaman kepada pemerintah Kiev. Putin mengingatkan bahwa Rusia tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi warga negaranya yang berada di Ukraina.
(ita/ita)










































