Otoritas setempat menyebut, semua perawat India itu berasal dari wilayah Kerala, Irak. Bulan lalu, mereka diculik dari sebuah rumah sakit yang ada di kota Tikrit, yang telah dikuasai militan yang tergabung dalam Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL).
Pejabat setempat, P Sivadasan yang juga ajudan Kepala Menteri Wilayah Kerala Oommen Chandy menuturkan, perawat tersebut telah dipindahkan dari kota Mosul ke kota Arbil, yang berjarak 80 kilometer jauhnya, sebelum akhirnya pulang ke India.
Di Arbil, telah menunggu sejumlah pejabat diplomatik India yang akan mengawal dan menerbangkan mereka kembali ke India. Demikian seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (4/7/2014).
Pejabat pada Kementerian Luar Negeri India belum bisa diminta komentar mengenai pembebasan perawat-perawat ini. Namun AFP berhasil mengontak via telepon, salah satu perawat India yang diculik tersebut.
"Beberapa orang di sini.. mereka mengatakan.. kami akan pergi Arbil," tutur salah satu perawat India, Tincy Thomas kepada AFP via telepon. Tincy mengakui dirinya dan rekan-rekannya memang sempat berpindah-pindah ke sejumlah lokasi, mulai dari Tikrit ke Mosul.
Sementara itu, seorang diplomat India yang enggan disebut namanya mengatakan, para perawat India tersebut diharapkan akan tiba di Arbil pada Jumat (4/7) malam. Arbil sebenarnya cukup dekat dengan Mosul, namun perjalanan menjadi sulit karena Mosul terisolasi akibat konflik dengan militan.
Diplomat India tersebut menambahkan, tim pejabat dari pemerintah India tengah menunggu para perawat tersebut di Arbil yang merupakan wilayah otonomi Kurdi di Irak. Kemudian juga, lanjutnya, perawat-perawat tersebut akan segera diterbangkan pulang ke India.
Menurut diplomat India tersebut, para perawat ini dalam kelompok terpisah dengan 39 pekerja asal India lainnya yang juga diculik dan disandera di Mosul, kota terbesar kedua di Irak yang telah jatuh ke tangan militan.
(nvc/ita)











































