Editor surat kabar ternama di Liberia ditangkap kepolisian setempat. Penangkapan dilakukan setelah jurnalis tersebut mengkritik pemerintah dan juga keluarga Presiden Liberia lewat artikelnya.
Rekan dan kolega Octavin Williams mengklaim, jurnalis surat kabar Nation's Time tersebut ditangkap setelah mempublikasikan artikel soal dua anak laki-laki Presiden Ellen Johnson Sirleaf. Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (4/7/2014).
Dalam artikelnya, William mengkritisi Fumba Sirleaf dan Robert Sirleaf mengenai status kewarganegaraan mereka serta rencana maju dalam pemilu mendatang. Tidak dijelaskan lebih lanjut isi artikel yang dimaksud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, Robert mundur dari jabatannya sebagai pimpinan perusahaan minyak negara di tengah tudingan nepotisme. Sejak itu, dia kemudian ditunjuk menjadi utusan presiden untuk Kuwait.
Dalam wawancara dengan radio PBB pekan lalu, anak Presiden Sirleaf tersebut memancing kemarahan publik Liberia dengan mengakui, bahwa sebagian besar menteri dalam jajaran pemerintahan Liberia memegang paspor AS.
Menanggapi penangkapan ini, presiden asosiasi jurnalis Liberia, Kamara Kamara menuturkan kepada AFP, penangkapan Williams merupakan bentuk intimidasi terhadap pers. "Murni intimidasi dan juga pelanggaran HAM," sebutnya.
Secara terpisah, Wakil Kepala Kepolisian setempat, Abraham Kromah menyatakan, Williams ditangkap atas pelanggaran aturan lalu lintas karena mengemudi mobil dengan nomor plat asing. "Saya memintanya untuk mengikuti saya ke kantor polisi. Dia menolak dan malah menghina saya," ucap Kromah kepada wartawan setempat.
(nvc/ita)











































