Otoritas penerbangan sipil Prancis, DGAC menyatakan langkah-langkah baru pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan.
"Ini akan dilakukan dengan sebisa mungkin mengurangi ketidaknyamanan bagi para penumpang, namun penundaan mungkin saja terjadi," demikian disampaikan DGAC seperti dilansir AFP, Jumat (4/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengetatan pengamanan ini akan diterapkan di bandara internasional Charles de Gaulle dan bandara Orly di pinggiran Paris, serta bandara di Nice dan Marseille.
Sebelumnya, Inggris dan Belgia juga telah mengumumkan pengetatan pengamanan di bandara-bandara mereka, atas permintaan AS. Pemerintah AS tidak mengumumkan secara terbuka alasan mereka. Namun disebut-sebut ini terkait dengan ancaman teror dari kelompok-kelompok militan yang kabarnya, telah berhasil mengembangkan bom-bom yang sulit terdeteksi.
(ita/ita)











































