Usai Kekerasan Sektarian, Polisi Berpatroli di Kota Terbesar Kedua Myanmar

Usai Kekerasan Sektarian, Polisi Berpatroli di Kota Terbesar Kedua Myanmar

- detikNews
Jumat, 04 Jul 2014 14:19 WIB
Yangon, - Aparat kepolisian melakukan patroli di jalan-jalan di kota Mandalay, Myanmar yang dilanda ketegangan. Patroli dilakukan menyusul kekerasan sektarian yang menewaskan dua orang di kota tersebut.

Situasi di kota terbesar kedua di Myanmar itu, hari ini kembali tenang setelah jam malam diberlakukan pada Kamis, 3 Juli kemarin. Jam malam ini diterapkan untuk meredakan situasi setelah terjadi kerusuhan antara warga Buddha dan Islam, yang merenggut nyawa seorang warga Buddha dan seorang warga muslim.

Kerusuhan berdarah tersebut terjadi pada Selasa, 1 Juli. Pemicunya, seorang wanita Buddha dilaporkan diperkosa dua pria muslim yang bekerja di sebuah toko setempat. Berita ini ramai di internet. Ratusan warga pun berkumpul di dekat toko tersebut dan melemparkan batu-batu hingga merusak toko itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kekerasan terjadi karena kebencian dan kekeliruan informasi yang menyebar online," ujar pejabat dari kantor presiden seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (4/7/2014).

Dikatakan pejabat tersebut, situasi saat ini sudah terkendali.

Ini merupakan insiden kekerasan sektarian terbaru yang terjadi di negeri itu. Sebelumnya di negara bagian Rakhine, Myanmar barat, sedikitnya 250 orang tewas sejak kekerasan sektarian terjadi pada tahun 2012 lalu. Ratusan ribu orang telah kehilangan tempat tinggal. Sebagian besar korban adalah warga muslim Rohingya.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads