Angkatan Udara dan Laut AS pada Kamis, 3 Juli waktu setempat, mengeluarkan perintah untuk menghentikan semua penerbangan F-35 setelah kebakaran yang terjadi pada 23 Juni lalu di Pangkalan Angkatan Udara Eglin, Florida. Penyebab kebakaran pada salah satu jet tempur F-35 tersebut hingga kini belum jelas dan masih terus diselidiki.
Kebakaran pekan lalu itu termasuk dalam serangkaian masalah teknis yang dialami F-35, yang banyak dipuji dan merupakan program senjata paling mahal dalam sejarah Pentagon. Bulan lalu, insiden kebocoran minyak saat penerbangan memaksa dilakukannya inspeksi wajib di semua armada F-35.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keselamatan adalah prioritas utama kami," tegas juru bicara Matthew Bates kepada AFP, Jumat (4/7/2014) seraya menolak berkomentar lebih detail dikarenakan penyelidikan masih terus berlangsung.
Sementara itu, dalam pernyataan singkat, juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan, pemeriksaan tambahan mesin-mesin F-35 telah diperintahkan, dan soal kembalinya beroperasi akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan analisis data teknisi.
(ita/ita)











































