Menlu Selandia Baru Mengaku Dibohongi Soal Kasus Seks Diplomat Malaysia

Menlu Selandia Baru Mengaku Dibohongi Soal Kasus Seks Diplomat Malaysia

- detikNews
Kamis, 03 Jul 2014 14:06 WIB
Menlu Selandia Baru Mengaku Dibohongi Soal Kasus Seks Diplomat Malaysia
Ilustrasi
Wellington -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Selandia Baru Murray McCully mengaku seorang staf membohonginya soal kasus kekerasan seks yang melibatkan diplomat asing. McCully menyatakan dirinya tak tahu adanya diskusi informal dengan otoritas Malaysia soal nasib diplomat Malaysia yang terlibat percobaan pemerkosaan di Wellington.

Nama Muhammad Rizalman Ismail mencuat ketika dia meninggalkan Selandia Baru karena mendapatkan kekebalan diplomatik. Perdana Menteri John Key mengecam kepergian diplomat Malaysia ini dari wilayah Selandia Baru, padahal kasusnya masih dalam proses.

Hingga akhirnya pada Rabu (2/7), pemerintah Malaysia sepakat untuk kembali mengirimkan Rizalman ke Wellington. Namun otoritas Selandia Baru dibuat malu ketika ada pengakuan bahwa sebenarnya pejabat Selandia Baru sendiri yang menyarankan Rizalman pergi meninggalkan negara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika Anda berpikir saya senang dengan kinerja kementerian dalam kasus ini, Anda sangat salah. Jika Anda pikir saya senang telah dibohongi, dan kemudian memperdaya perdana menteri tentang posisi yang dipegang oleh pemerintah Selandia Baru, maka Anda benar-benar salah," ucap Menlu McCully kepada Radio New Zealand dan dilansir AFP, Kamis (3/7/2014).

Rizalman hadir dalam persidangan yang digelar pada 10 Mei lalu, di mana dia didakwa membuntuti seorang wanita berusia 21 tahun pada malam sebelumnya dan menyerangnya di rumah korban, yang ada di kawasan pinggiran Wellington, yang sama dengan lokasi kantor Komisi Tinggi Malaysia.

Kepolisian setempat menjerat Rizalman dengan dakwaan perampokan dan penyerangan dengan niat untuk memperkosa. Atas dua dakwaan tersebut, Rizalman terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Pekan ini, Menlu McCully mengungkapkan, tindakan Malaysia untuk memulangkan Rizalman didasarkan atas saran seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Selandia Baru, setelah melakukan diskusi informal soal cara menangani kasus ini. Menurut McCully, dirinya dan juga PM Key sama sekali tidak tahu-menahu soal diskusi tersebut ketika mereka mengecam kepulangan diplomat Malaysia tersebut ke negaranya.

McCully menyatakan, opsi memulangkan Rizalman seharusnya tidak pernah dilontarkan dan dia berjanji akan mencari tahu siapa yang bertanggung jawab di balik kekacauan ini. "Saya ingin melihat bahwa kasus ini berlanjut prosesnya dan mereka yang bertanggung jawab terkait hal ini harus ditindak," tandasnya.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads