Dukung Militan Sunni ISIL, Gadis AS Ditangkap FBI

Dukung Militan Sunni ISIL, Gadis AS Ditangkap FBI

- detikNews
Kamis, 03 Jul 2014 11:40 WIB
Dukung Militan Sunni ISIL, Gadis AS Ditangkap FBI
Ilustrasi (Reuters)
Colorado -

Otoritas federal di Denver, Amerika Serikat menangkap seorang gadis yang dituding mendukung kelompok militan Sunni yang bertempur melawan pemerintah di Suriah dan Irak. Tidak hanya itu, gadis ini juga dituding berniat melancarkan serangan terhadap AS.

Shannon Maureen Conley yang baru berusia 18 tahun ditangkap FBI di Bandara Internasional Denver pada April lalu, ketika dia hendak terbang ke Jerman. Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (3/7/2014).

Menurut dokumen pengadilan di Colorado tempat kasus ini akan disidangkan, Conley diketahui pernah mengikuti pelatihan militer dengan US Army Explorers pada awal tahun ini, sebelum dia berencana untuk terbang ke Suriah guna bertemu dengan rekan konspiratornya yang diidentifikasi sebagai YM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

YM, yang dikenal oleh Conley via internet pada tahun 2013 lalu, mengaku kepada Conley bahwa dirinya seorang anggota aktif dari kelompok militan Islamic State of Iraq and the Levant, yang juga dikenal sebagai ISIL atau ISIS, atau yang baru-baru ini dikenal sebagai 'Islamic State' saja. Militan ini tengah menjadi perhatian dunia karena memicu konflik di Irak.

Kasus Conley ini dirahasiakan dari publik hingga akhirnya pada Jumat (27/6) lalu, hakim federal memerintahkan agar kasus ini dibuka ke publik. Namun sejumlah informasi detail, seperti nama dan alamat tidak akan ditampilkan untuk publik.

Dokumen pengadilan menyebutkan, Conley dan YM berbagi pandangan mengenai Islam dan jihad. Tidak lama kemudian, keduanya sepakat untuk bertunangan dan Conley berniat menemui YM di Suriah.

Namun sebelumnya, Conley sempat mendapatkan pelatihan tambahan demi mendukung militan di sana, serta agar dirinya bisa ikut bertempur jika memang diperlukan. Conley yang seorang perawat bersertifikat dan seorang mualaf ini menjalani pelatihan di US Army Explorers (USAE) di Texas, pada Februari lalu.

Pada pertengahan tahun 2013 lalu, Conley sempat diinterogasi oleh FBI karena berlaku mencurigakan di depan sebuah gereja di Arvada, Colorado. Gereja tersebut menjadi lokasi penembakan massal pada tahun 2007 lalu, dan staf gereja yang curiga dengan gerak-gerik Conley melapor ke polisi.

Dalam interogasi keduanya dengan FBI pada Desember 2013 lalu, Conley mengakui dirinya bergabung dengan USAE untuk berlatih taktik militer dan persenjataan, dan dirinya akan menggunakan kemampuannya tersebut untuk berjihad di luar negeri.

"Ketika ditanya apakah dirinya masih ingin melakukan rencananya tersebut setelah mengetahui hal tersebut adalah ilegal, Conley menjawab iya," demikian bunyi dokumen pengadilan.

Jika dinyatakan bersalah oleh pengadilan, Conley terancam hukuman maksimum 5 tahun penjara atau hukuman denda sebesar US$ 250 ribu, atau gabungan keduanya.

(nvc/ita)


Berita Terkait