Tewasnya tiga anak remaja Israel memantik suhu panas antara Israel dengan Palestina. Ketiga ABG itu ditemukan tewas di seputaran Tepi Barat tiga hari setelah mereka dikabarkan diculik oleh pelaku misterius.
Dikutip detikcom, Rabu (2/7/2014), media CNN mengisahkan tiga remaja itu. Mereka bernama Naftali Frankel, Eyal Yifrach, dan Gilad Shaar.
Seorang dari mereka suka bola basket dan bermain gitar, main suling pun juga suka. Seorang lagi suka membuat kue untuk kelima adik perempuannya. Dan yang ketiga, dia sering membawa sekaleng biskuit untuk teman-temannya di kelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun mereka dijatuhkan oleh tangan-tangan jahat," ujar Benyamin.
Israel menuding Hamas sebagai pelaku pembunuhan itu. Namun partai Palestina yang berkuasa di Gaza itu menyangkal keras.
1. Naftali Frankel
|
Foto: CNN
|
"Beristirahatlah dengan tenang, anakku. Kami akan belajar bernyanyi tanpamu. Kami akan terus mendengar suaramu di dalam hati," kata ibu Naftali, Racheli Frankel.
Naftali adalah anak kedua dari tujuh bersaudara. "Dia dikenal sebagai murid yang bertanggung jawab dengan karakter yang seimbang," kata Kedutaan Besar Israel di Inggris dalam profil tentang tiga korban itu.
Yang menarik, paman dari Naftali bekerja membantu orang-orang Palestina bekerja di bisnis berteknologi tinggi, Intel, di Israel.
2. Gilad Shaar
|
|
"Dia anak yang senang belajar, mengerjakan apa saja untuk masyarakat. Dia cinta negaranya," kata kakeknya, Ezra Sha'ar.
Bibinya yang bermukim di Amerika mengenang Gilad sebagai anak yang suka membuat kue. Dan kue yang dibuatnya benar-benar lezat.
"Aku telah kehilangan satu-satunya putraku," ujarnya.
3. Eyal Yifrach
|
|
"Dia itu tipe orang yang setiap anak pasti ingin dia jadi saudaranya," kata sahabat Eyal bernama Mikcy Zivan kepada Times of Israel.
Kebiasaan yang dihapal kawan-kawan sekolahnya, Eyal selalu meninggalkan sekaleng biskuit di dekat ruang kelas. Tak lupa, Eyal mencantumkan tulisan 'Silakan ambil'.
Beberapa bulan lalu, Eyal bernyanyi untuk pernikahan sepupunya. Penampilan ini bahkan diunggah di YouTube.
"Kami rindu padanya. Sulit sekali untuk tidak melihat dia lagi, melihat senyumnya," tandas Zivan.
Halaman 2 dari 4











































