Keputusan pendakwaan ini terjadi setelah Sarkozy ditahan dan ditanyai penyidik selama 15 jam. Ini pertama kalinya seorang mantan kepala negara Prancis ditahan dalam penyelidikan kriminal.
Pemimpin sayap kiri itu ditahan di kantor polisi di Nanterre, dekat Paris atas dugaan mencoba mempengaruhi proses persidangan dalam salah satu kasus korupsi yang menjeratnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika terbukti bersalah, Sarkozy bisa terancam hukuman penjara maksimum 10 tahun.
"Situasi ini serius dan dakwaannya serius... dan apalagi ini menyangkut hakim-hakim senior, seorang pengacara dan seorang mantan presiden," tutur Perdana Menteri Prancis Manuel Valls.
"Hal terpenting adalah agar sistem pengadilan bisa bekerja dengan sangat independen serta damai dan agar prasangka tak bersalah tetap dihormati," tandas Valls.
PM Valls membantah anggapan bahwa Sarkozy tengah menjadi incaran pemerintahan sosialis Prancis. "Bukan kami yang meminta hakim-hakim ini untuk melakukan penyelidikan," tegas Valls.
Sehari sebelumnya, pengacara Sarkozy, Thierry Herzog dan seorang hakim, Gilbert Azibert juga ditahan bersama seorang hakim lainnya. Para penyidik sedang mencari informasi untuk menentukan apakah Sarkozy dengan bantuan Herzog, telah berusaha untuk menghindari proses peradilan.
Kejaksaan menuduh Sarkozy (59) telah berusaha memperoleh informasi dari orang dalam lewat salah satu hakim tersebut tentang kemajuan penyelidikan kasus lain. Dan bahwa Sarkozy telah diberi tahu kalau telepon genggamnya disadap para hakim yang sedang memeriksa dugaan dana kampanye pemilunya tahun 2007 berasal dari mendiang mantan diktator Libya, Muammar Khadafi.
(ita/ita)










































