Pemerintah Israel telah bersumpah akan terus memburu para pembunuh. Namun pemerintah negeri Yahudi itu belum memutuskan bagaimana cara untuk menghadapi Hamas.
Sebelumnya dalam rapat Kementerian Pertahanan pada Selasa (1/7), Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengingatkan, Israel akan memperluas bombardirnya terhadap target-target Hamas di Gaza. Setelah sebelumnya, puluhan tempat milik Hamas dibombardir Israel pada Senin, 30 Juni waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah anggota parlemen garis keras dan para menteri Israel telah menyerukan untuk memberikan pukulan mematikan bagi Hamas. Namun belum dicapai kesepakatan mengenai bagaimana hal itu akan dilakukan.
Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon telah mengusulkan adanya respons militer terbatas. Netanyahu pun cenderung menyetujui hal tersebut. Namun Hamas pun telah mengingatkan tak akan tinggal diam terhadap serangan-serangan Israel. Hamas mengancam akan membuka "pintu neraka" bagi Israel jika sampai menyerang mereka.
Ketiga remaja Israel yang diculik dan dibunuh itu, salah satunya juga pemegang paspor Amerika Serikat, merupakan pelajar di seminari-seminari Yahudi di Tepi Barat. Mereka dilaporkan diculik pada Kamis, 12 Juni malam lalu dari daerah antara Bethlehem dan Hebron. Ketiganya ditemukan tewas ditembak di tempat terpencil di Tepi Barat setelah 17 hari menghilang.
(ita/ita)











































