Menurut HRW, militan ISIL menculik sekitar 153 anak sekolah di Suriah pada 29 Mei lalu. Dari seratusan anak-anak sekolah yang diculik tersebut, sebagian besar anak laki-laki tapi terdapat juga 10 anak perempuan. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (1/7/2014).
HRW menyatakan, anak-anak tersebut diculik di daerah Aleppo, ketika tengah dalam perjalanan pulang setelah mengikuti ujian akhir sekolah. Anak-anak tersebut tengah menuju ke kota Ain al-Arab dengan menggunakan sejumlah bus, yang tiba-tiba dihentikan oleh militan ISIL di kota Manbij.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua anak laki-laki yang berhasil kabur memberitahu media bahwa ISIS (ISIL) memaksa anak-anak untuk mempelajari ideologi syariah dan jihad, dan salah satu anak laki-laki tersebut mengatakan bahwa ISIL memukuli anak-anak yang melawan," terang HRW.
HRW menyatakan, beberapa ayah anak-anak yang diculik tersebut mendapat telepon rutin dari anak mereka, namun yang lain mengaku tak pernah berkomunikasi dengan anaknya.
Muncul kekhawatiran bahwa anak-anak tersebut dilatih untuk bertempur, meskipun belum ada bukti nyata mengenai hal tersebut. "Menyandera mereka dan memanfaatkan, melatih dan melibatkan anak-anak tersebut dalam konflik bersenjata merupakan kejahatan perang," ucap HRW.
Militan ISIL memerangi pecahan kelompok etnis Kurdi yang ada di Suriah dan kerap menjadikan sejumlah warga Kurdi sebagai sandera. Warga yang diculik tersebut kemudian dijadikan pertukaran dengan anggota mereka yang ditangkap oleh kelompok Kurdi.
(nvc/jor)











































