133 Anak Sekolah Diculik Militan ISIL di Suriah

133 Anak Sekolah Diculik Militan ISIL di Suriah

- detikNews
Rabu, 02 Jul 2014 03:09 WIB
133 Anak Sekolah Diculik Militan ISIL di Suriah
Ilustrasi
Damaskus - Kelompok militan Sunni, Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) dilaporkan menculik 133 anak sekolah di Suriah. Organisasi HAM, Human Rights Watch (HRW) mendesak agar ISIL membebaskan anak-anak sekolah yang semuanya merupakan etnis Kurdi tersebut.

Menurut HRW, militan ISIL menculik sekitar 153 anak sekolah di Suriah pada 29 Mei lalu. Dari seratusan anak-anak sekolah yang diculik tersebut, sebagian besar anak laki-laki tapi terdapat juga 10 anak perempuan. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (1/7/2014).

HRW menyatakan, anak-anak tersebut diculik di daerah Aleppo, ketika tengah dalam perjalanan pulang setelah mengikuti ujian akhir sekolah. Anak-anak tersebut tengah menuju ke kota Ain al-Arab dengan menggunakan sejumlah bus, yang tiba-tiba dihentikan oleh militan ISIL di kota Manbij.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara terpisah, Syrian Observatory for Human Rights menyebutkan bahwa militan ISIL telah membebaskan 15 anak, termasuk seluruh anak perempuan yang diculik. HRW dan Syrian Observatory sama-sama menambahkan, lima anak sekolah berjenis kelamin lagi-laki berhasil kabur.

"Dua anak laki-laki yang berhasil kabur memberitahu media bahwa ISIS (ISIL) memaksa anak-anak untuk mempelajari ideologi syariah dan jihad, dan salah satu anak laki-laki tersebut mengatakan bahwa ISIL memukuli anak-anak yang melawan," terang HRW.

HRW menyatakan, beberapa ayah anak-anak yang diculik tersebut mendapat telepon rutin dari anak mereka, namun yang lain mengaku tak pernah berkomunikasi dengan anaknya.

Muncul kekhawatiran bahwa anak-anak tersebut dilatih untuk bertempur, meskipun belum ada bukti nyata mengenai hal tersebut. "Menyandera mereka dan memanfaatkan, melatih dan melibatkan anak-anak tersebut dalam konflik bersenjata merupakan kejahatan perang," ucap HRW.

Militan ISIL memerangi pecahan kelompok etnis Kurdi yang ada di Suriah dan kerap menjadikan sejumlah warga Kurdi sebagai sandera. Warga yang diculik tersebut kemudian dijadikan pertukaran dengan anggota mereka yang ditangkap oleh kelompok Kurdi.

(nvc/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads