Politikus bernama Tapas Pal tersebut mengancam akan menyuruh orang-orangnya untuk memperkosa anggota keluarga lawan-lawan politiknya dari sayap kiri.
"Jika CPIM (Communist Party of India-Marxist) mencoba membunuh dan mengintimidasi pekerja-pekerja kami... saya tak akan mengampuni mereka. Saya akan membiarkan orang-orang saya memperkosa wanita-wanita Anda," cetus Pal dari partai Trinamool dalam pidatonya di depan para pendukungnya. Pidato itu direkam dengan sebuah telepon pintar pada akhir Mei lalu namun ramai dibahas beberapa hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sama sekali tidak mendukung apa yang dikatakannya," ujar juru bicara Trinamool, Derek O'Brien kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (1/7/2014).
Pal pun mencoba berdalih dengan menyebut orang-orang telah salah mendengar ucapannya.
"Saya tidak mengatakan memperkosa (rape). Saya bilang menyerang (raid). Saya bilang mereka harus menyerang semua orang dan tempat-tempat, termasuk para wanita dan lanjut usia," tutur Pal pada media CNN-IBN seraya menolak minta maaf.
Namun istri Pal sendiri, Nandini bahkan mencetuskan, suaminya itu sudah kelewatan. "Saya merasa sangat tidak enak soal itu. Apapun yang dia katakan, itu tidak tepat sebagai anggota parlemen," ujarnya kepada para wartawan.
Sementara kepala komisi National Commission for Women, Mamata Sharmamencetuskan, Pal harus mundur atas komentarnya yang tidak sepantasnya itu. "Dia harus mundur. Ini pernyataan yang sangat disayangkan. Pemimpin partai Mamata Banerjee harus mengambil tindakan terhadapnya, dia harus diskors," tegasnya.
(ita/ita)











































