"Setelah menganalisa situasi, saya sebagai panglima tertinggi Angkatan Bersenjata, memutuskan untuk tidak memperpanjang gencatan senjata sepihak," tegas Poroshenko dalam pidatonya seperti dilansir AFP, Selasa (1/7/2014).
"Kita akan menyerang," imbuh pemimpin yang baru terpilih itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama gencatan senjata berlangsung 10 hari ini, pertempuran antara pasukan Ukraina dan para pemberontak pro-Rusia terus terjadi.
Namun ditegaskan Poroshenko, pemerintah Kiev tetap akan meneruskan rencana perdamaian.
"Kami bahkan siap untuk kembali ke gencatan senjata kapan saja. Yakni ketika kami melihat semua pihak setuju untuk menerapkan poin-poin penting rencana perdamaian," tandas Poroshenko.
(ita/ita)











































