Kecam Pembunuhan 3 ABG Israel, Sekjen PBB Serukan Semua Pihak Menahan Diri

Kecam Pembunuhan 3 ABG Israel, Sekjen PBB Serukan Semua Pihak Menahan Diri

- detikNews
Selasa, 01 Jul 2014 10:29 WIB
Kecam Pembunuhan 3 ABG Israel, Sekjen PBB Serukan Semua Pihak Menahan Diri
Tepi Barat, - Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengecam keras pembunuhan tiga remaja Israel. Ban pun menyerukan semua pihak untuk mencoba mengendalikan situasi agar tidak semakin meruncing.

Dalam statemennya yang dirilis kantor Ban, pemimpin badan dunia itu mengecam sekeras-kerasnya pembunuhan tersebut.

"Tak ada justifikasi untuk pembunuhan warga sipil yang disengaja," tegas Ban seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (1/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ban pun berharap agar pemerintah Israel dan Palestina bekerja sama untuk menemukan para pelaku dan mengadili mereka.

"Perbuatan mengerikan oleh musuh-musuh perdamaian ini bertujuan untuk semakin menimbulkan perpecahan dan ketidakpercayaan serta memperluas konflik," demikian disampaikan Ban dalam statemennya.

Ketiga jasad remaja Israel tersebut ditemukan di sebuah tanah kosong di Tepi Barat bagian selatan. Temuan ini terjadi 17 hari setelah ketiga ABG itu menghilang. Hilangnya ketiga remaja itu telah memicu operasi militer besar-besaran yang dilancarkan Israel. Lima warga Palestina tewas dan lebih dari 400 warga Palestina telah ditangkap dalam operasi tersebut.

Ketiga remaja Israel berusia belasan tahun itu, salah satunya juga pemegang paspor Amerika Serikat, merupakan pelajar di seminari-seminari Yahudi di Tepi Barat. Mereka dilaporkan diculik pada Kamis, 12 Juni malam lalu dari daerah antara Bethlehem dan Hebron.

Ketiganya diidentifikasi sebagai Gilad Shaer (16) dari kawasan pemukiman Talmon di dekat kota Ramallah, Naftali Frenkel (16) dari Nof Ayalon dan Eyal Ifrach (19) dari Elad, yang berada di wilayah Israel tengah. Pemerintah Israel menuding kelompok Hamas bertanggung jawab atas penculikan dan pembunuhan ketiga remaja putra tersebut. Israel pun bersumpah bahwa Hamas akan membayar ini semua.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads