Demikian disampaikan militer Israel seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (30/6/2014). Insiden ini meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut, yang telah mengalami lonjakan serangan roket dalam dua pekan terakhir ini.
Meningkatnya serangan roket dari Gaza ini bertepatan dengan dimulainya operasi penangkapan besar-besaran, yang dilancarkan pasukan Israel pada 12 Juni terkait hilangnya tiga remaja Israel di wilayah Tepi Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang warga Palestina lainnya tewas dalam serangan udara Israel pada Minggu, 29 Juni kemarin. Militer Israel menyebutkan ketiga korban tewas tersebut terlibat dalam serangan-serangan roket dari Gaza.
Sebelumnya pada Sabtu, 28 Juni waktu setempat, Angkatan Udara Israel melancarkan 12 serangan udara atas sejumlah lokasi di Gaza. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bahkan mengingatkan, dirinya siap untuk memperluas operasi militer tersebut.
Menurut militer Israel, sekitar 40 roket dari Gaza telah menghantam wilayah Israel selatan sejak hilangnya ketiga remaja Israel pada 12 Juni lalu. Pemerintah Israel menuding kelompok Hamas mendalangi penculikan tersebut. Namun Hamas membantah hal tersebut dan menyebut tuduhan itu "bodoh".
(ita/ita)











































