Seorang warga negara Mesir dan dua warga Israel akan disidangkan di pengadilan Mesir atas dakwaan spionase. Ketiga orang tersebut, yang salah satunya seorang agen intelijen dituding menjadi mata-mata bagi Israel.
Si warga negara Mesir kini dalam penahanan otoritas Mesir, namun dua warga Israel masih dalam perburuan aparat setempat. Kendati demikian, keduanya masih bisa disidangkan secara in absentia.
Tanggal persidangan perdana ketiganya masih belum bisa dipastikan, namun akan digelar dalam waktu dekat. Demikian seperti disampaikan seorang sumber dari kalangan pengadilan setempat dan dilansir AFP, Senin (30/6/2104).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuh warga Israel juga diadili secara in absentia. Belum ada tanggapan dari otoritas Israel terkait kasus yang melibatkan warganya ini.
Pada Oktober 2011 lalu, otoritas Israel membebaskan 25 warga Mesir sebagai pertukaran dengan warga keturunan Israel-Amerika, Ilan Grapel yang ditahan selama 4 bulan di Mesir, atas dakwaan spionase.
Mesir merupakan negara kawasan Arab pertama yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada tahun 1979 silam.
(nvc/ita)











































