Dalam laporannya, surat kabar setempat berbahasa Prancis, La Presse mengutip dokumen rahasia dari pemerintah Kanada. Di antara diplomat asing yang mengajukan suaka, terdapat 38 utusan diplomatik Afghansitan dan keluarga mereka, terhitung dari tahun 2009-2014.
Kemudian ada juga 16 diplomat asing dari berbagai negara seperti Suriah, Irak, Yunani, Honduras dan bahkan ada seorang staf kedutaan Amerika Serikat yang juga mengajukan suaka. Demikian seperti dilansir AFP, Sabtu (28/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pengamat setempat berusaha menganalisis sejumlah penyebab pejabat diplomatik asing ini mengajukan suaka. Kemungkinan pertama mereka termotivasi oleh harapan untuk mendapat penghidupan yang lebih baik di Kanada.
Kemudian beberapa ada yang menyadari bahwa pelanggaran HAM yang terjadi di negara asal mereka terlalu fatal sehingga mereka tidak sanggup lagi tinggal di sana. Penyebab lainnya, mungkin para diplomat tersebut telah terbiasa menjalani hidup dengan gaya Amerika Utara dan tidak ingin kembali lagi ke negara asalnya setelah tugas mereka berakhir.
Juru bicara pihak imigrasi Kanada, Alexis Pavlich menyatakan bahwa Kanada merupakan salah satu negara yang paling adil dan dermawan dalam memberikan suaka di antara negara lain di dunia ini. Namun Pavlich menolak untuk mengomentari kasus-kasus suaka yang ada secara spesifik, mengingat Kanada memberlakukan hukum privasi yang ketat.
Kendati demikian, dia menambahkan: "Ketika seorang utusan diplomatik mengajukan permohonan suaka di Kanada, maka akreditasi atau status diplomatiknya akan dicabut oleh Departemen Luar Negeri... dan dia akan diproses dengan cara yang sama seperti pemohon suaka lainnya."
(nvc/rvk)











































