Terputusnya aliran listrik ini mempengaruhi ibu kota Caracas hingga 3 jam. Lalu lintas kacau, para komuter panik karena harus pulang kerja di tengah kegelapan, di kota yang rawan tindak kriminal. Untungnya, aliran listrik kembali normal tidak lama kemudian dan layanan kereta bawah tanah kembali beroperasi,
Maracaibo, yang merupakan kota terbesar kedua di Venezuela juga ikut terkena dampak mati listrik. Demikian seperti dilansir Reuters, Sabtu (28/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden terputusnya aliran listrik ini terjadi ketika Presiden Maduro tengah menyampaikan pidato dalam acara pemberian penghargaan jurnalis nasional. Pidato tersebut disiarkan secara langsung oleh televisi setempat dan terpaksa terhenti akibat aliran listrik terputus.
Pada malam harinya, Presiden Maduro kembali memberikan pernyataan via televisi dan menyatakan, tidak mengetahui pasti apa yang memicu insiden yang disebutnya sebagai insiden aneh ini.
"Kami akan menyelidiki secara menyeluruh dan jelas ... Penyebabnya akan segera diketahui, karena menyadari tidak ada alasan terkait layanannya sendiri. Tidak ada lagi permintaan yang melebihi pasokan ... bukan juga terjadi saat jam-jam sibuk," sebutnya.
Negara OPEC ini memang mengalami peningkatan insiden mati listrik dalam beberapa tahun terakhir, yang oleh para pengamat dikaitkan dengan rendahnya tarif listrik dan terbatasnya investasi pasca nasionalisasi sektor listrik pada tahun 2007 lalu. Namun pada Desember lalu, ketika terjadi pemadaman listrik secara nasional, Presiden Maduro menyalahkan adanya sabotase terhadap infrastruktur oleh lawan politiknya.
(nvc/rvk)











































