"Setidaknya dari 24 sampai 48 jam, kami akan segera memulainya," ujar seorang pejabat militer AS seperti dilansir AFP, Sabtu (28/6/2014).
Pejabat tersebut mengatakan, drone bersenjata tersebut tidak akan digunakan untuk melakukan operasi penyerangan. Ada pun perangkat canggih itu lebih difungsikan untuk perlindungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan soal bergegas untuk menyelamatkan. Tim ini akan menilai kesiapan dan keterpaduan pasukan keamanan Irak," tutur Kirby kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (25/6/2014).
Dikatakan Kirby, para personel AS ini akan menyampaikan temuan mereka ke para komandan dalam waktu dua hingga tiga pekan mendatang. Di antara para personel AS tersebut termasuk pasukan operasi khusus.
Kirby tidak menyebutkan sampai berapa lama para penasihat militer AS tersebut akan ditempatkan di Irak. "Ini misi terbatas, yang berdurasi jangka pendek," tegasnya.
Dijelaskan Kirby, dua tim yang terdiri dari sekitar 40 personel, yang ditaik dari Kedutaan AS di Baghdad, telah memulai misi mereka. Pasukan tambahan sebanyak 90 orang telah tiba di Irak untuk mendirikan pusat operasi gabungan di Baghdad. Sementara 50 personel AS lainnya dijadwalkan tiba di Irak dalam beberapa hari mendatang.
Menurut pejabat-pejabat AS, jika digabungkan dengan pasukan yang telah ditempatkan di Kedutaan AS, maka jumlah personel militer AS yang berada di Irak saat ini sekitar 500 orang.
(fjp/bpn)











































