Media pemerintah Meksiko memberitakan seperti dilansir AFP, Jumat (27/6/2014), para pria bersenjata yang menaiki sebuah mobil, menembaki polisi-polisi yang tengah berpatroli di jalan tol di kota Reynosa, negara bagian Tamaulipas. Wilayah itu marak dilanda berbagai kekerasan yang dilakukan kartel-kartel narkoba.
Usai melepaskan tembakan, para penyerang langsung kabur. Sejauh ini belum ada penangkapan yang dilakukan terkait insiden penembakan tersebut pada Kamis, 26 Juni waktu setempat itu.
Tamaulipas tengah dilanda gelombang kekerasan terkait narkoba, yang telah menewaskan lebih dari 100 orang sejak awal April lalu. Menurut otoritas Meksiko, kekerasan tersebut sebagai akibat pertikaian antara kartel Golfo dan rivalnya Los Zetas. Juga akibat perseteruan internal di kartel-kartel tersebut menyusul penangkapan sejumlah pemimpin mereka belum lama ini.
Negara bagian lainnya, Michoacan di Meksiko barat juga dilanda aksi-aksi kekerasan terkait narkoba. Untuk mengamankan situasi, kelompok warga bersenjata dibentuk di desa La Mira, meskipun telah ada kesepakatan dengan pemerintah untuk membubarkan diri.
Kelompok-kelompok masyarakat bersenjata mulai bermunculan pada Februari 2013 lalu, guna menghadapi kartel bernama Knights Templar. Menurut mereka, pemerintah tak berbuat apapun untuk memerangi aksi-aksi pemerasan, penculikan dan pembunuhan yang dilakukan kartel-kartel. Karenanya, warga pun memutuskan untuk membentuk kelompok bersenjata.
(ita/ita)











































