Hindari Militan Sunni, Pekerja China Dipindahkan dari Irak Utara

Hindari Militan Sunni, Pekerja China Dipindahkan dari Irak Utara

- detikNews
Jumat, 27 Jun 2014 11:13 WIB
Hindari Militan Sunni, Pekerja China Dipindahkan dari Irak Utara
warga Irak mengungsi (Reuters)
Baghdad, -

Krisis keamanan yang terjadi di Irak menimbulkan kekhawatiran internasional. Puluhan pekerja China pun dipindahkan ke Baghdad dari wilayah Irak utara, yang sebagian besar telah dikuasai para militan Sunni. Bahkan sebanyak 1.200 orang lainnya juga akan dipindahkan ke Baghdad dalam beberapa hari ini.

Menurut surat kabar pemerintah, China Daily seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (27/6/2014), lebih dari 50 pekerja perusahaan China Machinery Engineering Corp (CMEC) telah tiba di Baghdad pada Rabu, 25 Juni malam waktu setempat.

Sebanyak 1.200 pekerja China lainnya yang masih berada di kota Samarra, Irak utara akan tiba di Baghdad dengan menggunakan bus dalam tiga hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China merupakan investor asing terbesar dalam industri minyak Irak. Lebih dari 10 ribu warga China bekerja dalam berbagai bidang di negeri itu. Namun posisi mereka sebagian besar berada di wilayah Irak selatan, jauh dari lokasi-lokasi pertempuran antara militan dan pasukan pemerintah.

Belakangan ini, para militan Sunni yang dipimpin kelompok Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) telah melancarkan serangan-serangan ke sejumlah wilayah Irak. Kini kelompok ISIL telah berhasil menguasai sebagian besar wilayah Irak utara. Para militan bahkan kini terus bergerak mendekati ibukota Baghdad. Kondisi ini pun memicu kekhawatiran dunia internasional.

Sementara itu, kedutaan China di Irak menegaskan, pemerintah China mengupayakan untuk melakukan evakuasi yang tertib atas warga China.

"Kedutaan China di Irak terus melakukan kerjasama erat dengan pemerintah dan militer Irak untuk menilai secara tepat situasi keamanan sehingga bisa menjamin evakuasi personel China dengan cepat, aman dan tertib," tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying.

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini