Keberadaan tiga remaja Israel yang diculik di Tepi Barat masih misterius. Otoritas Israel menuding dua anggota Hamas telah menculik ketiga remaja tersebut.
Badan Keamanan Internal, Shin Bet menyebutkan kedua pria yang berasal dari Hebron, Tepi Barat tersebut pernah menjalani masa hukuman di penjara Israel atas dakwaan aktivitas teroris.
"Dua tersangka utama terorisme dalam penculikan ini adalah Marwan Kawasmeh dan Amer Abu Esheh, anggota Hamas dari Hebron, yang masih diburu," demikian pernyataan Shin Bet seperti dilansir AFP, Jumat (27/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tudingan Israel tersebut dibantah oleh ayah salah satu tersangka, Abu Eisheh. Sang ayah membantah putranya terlibat dalam hilangnya tiga remaja Israel tersebut. Namun sang ayah mengakui dirinya sudah sejak lama tidak mendapat kabar dan tidak mengetahui keberadaan putranya. Menurutnya, sejak 13 Juni lalu, atau sehari setelah ketiga remaja Israel tersebut menghilang, keberadaan Abu Eisheh misterius.
Setelah ketiga remaja tersebut menghilang di Tepi Barat, militer Israel melakukan pencarian besar-besaran dengan fokus di area Hebron. Ratusan warga Palestina yang dicurigai terlibat, ditahan dalam operasi pencarian ini.
Dua minggu telah berlalu, belum ada klaim dari pihak tertentu yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan ini. Namun Israel bersikeras dan meyakini bahwa Hamas berada di balik hilangnya tiga remaja ini.
Sementara itu, dalam pernyataannya pada Selasa (24/6), pemimpin Hamas Khaled Meshaal menegaskan pihaknya tidak memiliki informasi mengenai apa yang terjadi dengan ketiga remaja tersebut.
Lebih dari 389 warga Palestina, sekitar dua pertiga merupakan anggota Hamas, telah ditangkap oleh militer Israel dalam operasi pencarian ini. Tidak hanya itu, militer Israel juga menewaskan 5 warga Palestina dan melukai puluhan orang lainnya dalam operasi yang disebutnya sebagai 'Operation Brother's Keeper'.
(nvc/ita)











































