Atas gempuran militer Suriah tersebut, Perdana Menteri (PM) Irak Nuri al-Maliki menyambut baik. Demikian disampaikan Maliki dalam wawancara dengan BBC seperti dilansir AFP, Kamis (26/6/2014).
Dikatakan Maliki, dirinya menyambut setiap serangan terhadap militan-militan Sunni yang dipimpin oleh kelompok Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) tersebut. Namun ditekankan Maliki, pemerintah Baghdad tidak meminta serangan udara yang dilancarkan Suriah pada Selasa, 24 Juni tersebut.
Serangan udara itu dilancarkan Suriah setelah para militan ISIL menguasai Al-Qaim, kota perbatasan di bagian wilayah Irak.
Sebelumnya pada Rabu, 25 Juni, kelompok Al-Qaeda cabang Suriah, Al-Nusra Front, menyampaikan janji setia pada ISIL. Hal ini semakin memperkuat kendali ISIL atas wilayah perbatasan Suriah-Irak tersebut.
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat, krisis Irak yang dipicu militan ISIL ini, telah merenggut sedikitnya 1.075 nyawa selama kurun waktu antara 5 Juni hingga 22 Juni. Menanggapi situasi yang menimbulkan kekhawatiran internasional ini, PBB meningkatkan bantuan keuangan untuk Irak hingga mencapai US$ 312 juta.
(ita/ita)











































