Persidangan kasus teror mematikan di Xinjiang, China terus berlangsung. Sembilan orang yang dinyatakan terlibat, dijatuhi vonis hingga 14 tahun penjara dalam persidangan yang digelar di hadapan lebih dari 3 ribu orang.
Otoritas China memang memperketat penanganan dan keamanan pasca terjadinya serangkaian insiden mematikan di wilayah Xinjiang, yang menjadi tempat tinggal etnis muslim Uighurs. Otoritas setempat menyalahkan kelompok separatis yang berniat mendirikan wilayah independen bernama East Turkestan.
Pemerintah Qapqal, yang dekat dengan perbatasan Kazakhstan juga mengeluarkan surat penangkapan bagi 25 orang lainnya dan penahanan 14 orang. Demikian seperti disampaikan kantor surat kabar People's Daily milik Partai Komunis yang berkuasa dan dilansir Reuters, Kamis (26/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengumuman vonis ini dilakukan di tengah lapangan olahraga, jika dilihat dari gambar yang dipublikasikan oleh surat kabar tersebut. Orang-orang yang hadir termasuk kerabat para terdakwa, warga setempat dan tokoh agama setempat.
"Terlihat jelas siapa musuh kita dan siapa saudara kita," ujar Wakil Ketua Partai Komunis untuk distrik Qapqal, Li Wei seperti dikutip surat kabar People's Daily.
"Dengan tegas menghancurkan rencana jahat musuh," imbuhnya.
Sedikitnya 380 orang ditahan oleh aparat setempat dalam penggerebekan besar-besaran yang digelar di Xinjiang sejak bulan lalu. Sekitar 200 orang tewas dalam berbagai aksi kekerasan yang terjadi di wilayah Xinjiang sejak beberapa tahun ini.
(nvc/ita)











































