Insiden ini terjadi pada Selasa (24/6) malam setelah otoritas Iran memperketat pengamanan di sepanjang perbatasan dengan Irak pasca aksi agresif militan Sunni di negara tetangga mereka.
Seperti dilaporkan kantor berita setempat, Mehr dan dilansir AFP, Rabu (25/6/2014), ketiga polisi Iran tersebut tewas ditembak di dekat desa Taze-Abad, yang berjarak 30 kilometer dari perbatasan Irak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pejabat setempat yang mengetahui soal insiden ini, membantah bahwa militan Sunni asal Irak, atau yang disebut Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Pejabat tersebut juga membantah bahwa ISIL sudah mulai masuk ke wilayah Iran.
Serangan ini hanya terjadi selang beberapa hari setelah militer Iran terlibat bentrok di wilayah yang sama dengan kelompok yang diduga bernama Party of Free Life of Kurdistan (PJAK). Dalam bentrokan yang terjadi pada Sabtu (21/6) lalu, seorang anggota PJAK tewas.
Sementara itu, otoritas Iran telah menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki dalam memerangi militan Sunni yang terus beraksi di negara tersebut Sejak 9 Juni lalu, sejumlah kota di wilayah Irak termasuk kota terbesar kedua, Mosul telah dikuasai ISIL.
(nvc/mad)











































