Pejabat kepolisian Mesir mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (25/6/2014), empat bom rakitan tersebut meledak hanya dalam selisih waktu beberapa menit saja.
Salah satu bom meledak di stasiun metro di Ghamra, di Kairo tengah, sementara bom-bom lainnya meledak di Shubra el-Kheima dan Hadayek al-Kobba di pinggiran ibukota Kairo.
Pejabat kepolisian tersebut mengatakan, bahan-bahan peledak itu sangat sederhana dan berdaya ledak rendah.
Belakangan ini, para militan telah meningkatkan serangan-serangan di Mesir, khususnya terhadap aparat keamanan negeri itu. Peningkatan ini terjadi sejak militer Mesir menggulingkan presiden terpilih Mohamed Morsi pada Juli 2013 dan otoritas melancarkan operasi mematikan terhadap para pendukung Morsi.
Sejak Morsi terguling, operasi otoritas Mesir terhadap para pendukung Morsi telah menewaskan lebih dari 1.400 orang. Dalam operasi ini, setidaknya 15 ribu orang ditangkap dan bahkan, ratusan orang di antaranya telah divonis mati oleh pengadilan.
(ita/ita)











































