Tentara Kamerun menewaskan delapan pria bersenjata yang diyakini anggota militan Boko Haram asal Nigeria. Insiden ini terjadi ketika militer Kamerun tengah berpatroli dan memergoki sejumlah pria bersenjata.
Meskipun berasal dari Nigeria, namun militan Boko Haram kerap melakukan aktivitasnya di wilayah Kamerun bagian utara. Dengan wilayah perbatasan yang banyak celah, militan ini lebih mudah untuk merencanakan serangan dan penculikan di Nigeria dari Kamerun.
Gabungan tentara dan paramiliter Kamerun tengah berpatroli di sekitar kota Mora, ketika mereka mendapati sejumlah pria bersenjata melintas. Baku tembak pun tak terhindarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi tersebut menambahkan, sekitar 48 orang ditangkap dalam bentrokan yang terjadi di Maroua pada Senin (23/6) kemarin. Orang-orang yang ditangkap tersebut diyakini terkait dengan militan Boko Haram yang banyak mendalangi aksi kekerasan maut.
"Sebanyak 17 orang berada di dalam tahanan. Sebagian besar yang ditahan merupakan warga Nigeria," tuturnya, sembari menyebutkan bahwa orang-orang tersebut memiliki dokumen palsu yang menunjukkan mereka warga Kamerun.
Patroli ini dilandasi oleh sejumlah informasi yang menyebutkan bahwa ada anggota atau aliansi Boko Haram sengaja pindah ke Maroua, Kamerun dan menyamar dengan bekerja sebagai penata rambut.
Kamerun persis berbatasan dengan Nigeria pada area sepanjang 2 ribu kilometer. Militan Boko Haram ini sebelumnya telah menculik sejumlah warga asing di Kamerun. Pada pertengahan Mei lalu, sekelompok pria bersenjata yang diyakini dari Boko Haram menculik 10 pekerja asing asal China, setelah menyerang kamp mereka di Kamerun.
Menanggapi hal ini, Presiden Kamerun Paul Biya semenjak awal Juni lalu menempatkan 3 ribu tentara tambahan di wilayah perbatasan sebelah utara, yang rawan dimasuki militan Boko Haram dari Nigeria.
(nvc/ita)











































