Juru bicara kantor HAM PBB di Jenewa, Swiss, Rupert Colville menuturkan kepada wartawan setempat, bahwa korban tewas tersebut tercatat mulai dari 5 Juni hingga 22 Juni, ketika militan setempat menguasai sejumlah wilayah di utara dan barat Irak. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (24/6/2014).
Sedangkan sebanyak 658 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangkaian aksi kekerasan yang dilakukan militan Sunni yang tergabung dalam Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) tersebut. Menurut Colville, jumlah korban tewas tersebut harus dilihat sebagai jumlah minimum, karena masih bisa bertambah.
Colville menambahkan, sebagian besar atau sekitar 757 korban tewas merupakan warga sipil setempat. Warga sipil yang tewas berasal dari seumlah wilayah, seperti Nineveh, Diyala dan Salah al-Din. Jumlah korban tewas ini, menurut Colville, didapatkan dari data sejumlah informasi dari lapangan yang telah diverifikasi.
Sedangkan sedikitnya 318 orang lainnya, yang tidak semuanya warga sipil, dilaporkan tewas di wilayah Baghdad.
Militan ISIL memulai serangan mematikannya di sejumlah wilayah Irak pada Juni lalu. Tidak hanya melakukan pembunuhan, militan tersebut juga melakukan penculikan di sejumlah wilayah.
Menurut Colville, banyak warga asing yang juga menjadi korban penculikan, termasuk 48 warga Turki yang diculik dari kantor konsulat Ankara, ketika ISIL menguasai wilayah Mosul dan juga 40 warga India yang bekerja di perusahaan konstruksi Irak. Data penculikan tersebut berasal dari kantor Kementerian Luar Negeri Irak.
(nvc/nwk)










































