"Kami menerima semua analisis dan informasi intelijen: sangat jelas bahwa itu perbuatan otoritas Suriah," ujar Menlu Israel Avigdor Lieberman kepada radio setempat dan dilansir AFP, Selasa (24/6/2014).
"Pasukan Assad melepas tembakan ke arah warga sipil Israel, yang ada di dalam kendaraan yang dihentikan di perbatasan, dan mereka harus membayarnya," cetusnya.
Remaja Israel berusia 13 tahun, yang juga keturunan Arab itu tewas ditembak di wilayah Gollan Heights pada Minggu (22/6) waktu setempat. Insiden ini terjadi ketika sebuah rudal yang diluncurkan ke wilayah Israel, mengenai mobil yang ditumpangi remaja tersebut dengan ayahnya.
Remaja yang merupakan anak kontraktor Kementerian Pertahanan Israel tersebut tewas akibat serangan tersebut. Menanggapi insiden ini, tentara Suriah mengakuinya sebagai serangan yang ditujukan bagi otoritas Israel.
Serangan rudal tersebut langsung dibalas dengan segera oleh militer Israel dengan tembakan tank. Beberapa jam kemudian, militer Israel juga melancarkan serangan udara terhadap markas militer Suriah.
Otoritas Suriah melaporkan serangan Israel tersebut menewaskan empat tentara mereka dan melukai 9 tentara lainnya. Suriah bahkan mendorong PBB untuk mengecam aksi Israel yang disebutnya pelanggaran keji atas wilayahnya.
Namun Menlu Lieberman menyebut reaksi Israel tersebut sudah sepantasnya. "Seperti itulah yang juga akan terjadi di masa depan. Saya harap Damaskus mendapatkan pesannya," sebutnya.
(nvc/ita)











































