Selain krisis Irak, masalah Ukraina juga akan dibahas dalam pertemuan NATO yang dimulai hari Selasa ini dan akan berlangsung dua hari. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (24/6/2014).
Sebelumnya, kepala NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan, aliansi tersebut terus mengikuti peristiwa-peristiwa di Irak dengan seksama. Namun menurut Rasmussen, dirinya belum melihat adanya peran bagi NATO dalam konflik Irak tersebut.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry melakukan kunjungan ke Irak terkait krisis yang melanda negeri itu. Kerry pun menjanjikan dukungan intens pemerintah AS bagi Baghdad dalam perang melawan para militan Sunni.
"Dukungan Washington akan intens, terus-menerus dan jika para pemimpin Irak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyatukan negara, itu akan efektif," kata Kerry di Kedutaan AS di Baghdad.
"Ini momen kritis bagi masa depan Irak," imbuhnya.
Lawatan ini dilakukan Kerry sementara para militan Sunni di bawah pimpinan Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) terus melancarkan serangan-serangan di wilayah Irak. Kelompok ini bahkan terus bergerak mendekati ibukota Baghdad.
Bahkan perkembangan terakhir, para militan berhasil menguasai kota strategis Tal Afar dan bandaranya yang berada di wilayah Irak utara. Kelompok ISIL menduduki kota yang mayoritas penduduknya warga Syiah itu setelah terjadi pertempuran ganas selama beberapa hari.
(ita/ita)











































