Menurut sumber-sumber seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/6/2014), pertempuran itu terjadi pada Jumat, 20 Juni malam waktu setempat di Hawija, Kirkuk. Baku tembak itu melibatkan dua kelompok militan Sunni, yakni Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) dan Army of the Men of the Naqshbandiyah Order (JRTN).
Penyebab pertempuran itu simpang siur. Seorang pejabat keamanan Irak mengatakan, para militan JRTN menolak desakan ISIL untuk menyerahkan senjata mereka. Namun menurut saksi-saksi mata, kedua pihak ribut mengenai siapa yang akan mengambil alih sejumlah tanker bahan bakar di wilayah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para militan di bawah pimpinan kelompok ISIL telah berhasil menguasai sejumlah kota di wilayah Irak utara. Bahkan kini kelompok militan Sunni tersebut kian bergerak mendekati ibukota Baghdad.
Menyikapi kondisi ini, pemerintah Irak pun telah meminta bantuan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan udara terhadap para militan. Namun Presiden AS Barack Obama belum merespons permintaan Irak tersebut. Obama hanya menawarkan untuk mengirimkan 300 penasihat militer AS ke Irak guna membantu menghadapi para militan.
(ita/ita)











































