Irak tengah dilanda serangan-serangan para pemberontak Sunni. Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun mengingatkan pemerintah Irak untuk tidak meremehkan sektarian dan terus berupaya untuk menyatukan negeri itu.
Dikatakan Obama, pengorbanan AS telah memberikan peluang bagi adanya demokrasi yang stabil di Irak. Namun peluang itu telah disia-siakan pemerintah Irak. Obama pun menegaskan, kekuatan senjata AS tak akan mampu menyatukan negara Irak.
"Saya menyampaikan hal itu dengan jelas kepada (Perdana Menteri Irak Nuri al-)Maliki dan semua pemimpin lainnya di dalam Irak," tutur Obama dalam wawacara kepada CNN seperti dilansir AFP, Sabtu (21/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam krisis yang tengah melanda Irak, pemerintah AS tampak enggan mendukung PM Maliki yang merupakan seorang Syiah. PM Maliki justru disalahkan AS karena gagal merangkul komunitas minoritas Sunni selama 2,5 tahun sejak pasukan AS meninggalkan Irak. Kegagalan itu dianggap sebagai pemicu krisis Irak saat ini.
(ita/ita)











































