Korban merupakan jurnalis terkemuka setempat, Yusuf Keynan yang bekerja untuk radio Mustaqbal di Mogadishu, juga radio kemanusiaan PBB, Ergo yang berbasis di Nairobi, Kenya.
"Jurnalis lokal yang menjadi target serangan itu. Bom yang dipasang di bawah kursi mobilnya meledak, menyebabkan dia tewas," kata pejabat kepolisian Somalia Abdi Garane seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengerikan. Jasad jurnalis yang terbakar di dalam mobilnya itu susah dikenali. Saya tidak tahu mengapa mereka menargetkan dia," cetus Hassan Idle, seorang saksi mata.
Aparat kepolisian Somalia telah memblokir daerah kejadian untuk menyelidiki insiden tersebut. Ini merupakan insiden pembunuhan jurnalis yang kedua di negeri itu sepanjang tahun ini.
Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom itu. Namun Mogadishu telah dilanda serangkaian serangan pemberontak Al-Shabaab, yang disebut-sebut terkait jaringan teroris al-Qaeda. Kelompok Al-Shabaab selama ini terus berjuang untuk menggulingkan pemerintah Somalia yang didukung internasional.
(ita/ita)











































