Atas hal itu, pejabat-pejabat Iran menuding Gedung Putih tidak serius untuk memerangi terorisme di negeri tetangga Irak.
"Pernyataan terbaru Obama menunjukkan bahwa Gedung Putih kurang serius untuk melawan terorisme di Irak dan wilayah ini," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Arab dan Afrika, Hossein Amir Abdollahian seperti dikutip kantor berita resmi IRNA dan dilansir AFP, Sabtu (21/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obama pun mendesak Maliki untuk berbuat lebih banyak guna mengatasi perpecahan sektarian, yang telah memicu kebencian di kalangan minoritas Sunni di negeri itu.
Menurut Abdollahian, sikap AS yang "menunda" dalam memerangi terorisme dan ISIL telah memicu kecurigaan akan tujuan AS di Irak.
Pejabat Iran lainnya, Hamid Aboutalebi, yang bekerja di kantor Presiden Hassan Rouhani juga mengkritik pernyataan Obama.
"AS tak bisa mengadopsi kebijakan yang bertentangan di Timur Tengah: mendukung perang di Suriah dan perdamaian di Irak atau berada di pihak para teroris di Suriah dan melawan teroris di Irak," cetus Aboutalebi.
Sementara itu kepala staf Presiden Rouhani, Mohammad Nahavandian mengatakan, Iran terus mengamati dengan seksama perkembangan di Irak. Iran pun akan memberikan respons yang tepat bagi permintaan Irak untuk mengintervensi guna menyelesaikan masalah internalnya.
(ita/ita)











































